Rabu, 13 November 2013

Harus banget di pertahankan yah ?

Yang menyakitkan. Harus dipertahankan?

Lagi-lagi harus aku teteskan kembali air mata ini sebelum aku bisa tertidur nyenyak. Selalu memikirkan seseorang yang sangat aku sayang. Tetapi, dia tidak menyayangiku.
Semuanya memang tidak dia balas. Ntah, harus sampai kapan aku bertahan dengan rasa sakit ini. Yang perlahan, menjadikan aku seperti orang yang sangat bahagia. Saat aku mulai bisa menutupi dan terbiasa dari semua luka ini.
'Aku menyayangimu. Aku tidak suka perpisahan.' omonganku tersendu-sendu, diiringi derasnya air mataku. Saat engkau meminta kita, untuk mengakhiri kebersamaan kita.
Suaramu dari balik telfon seluler, perlahan mulai berbeda. Semakin lembut, dan semakin membuat aku tidak ingin mengakhiri semuanya.
'Iya maafkan aku, maafkan aku berbicara seperti itu. Aku juga menyayangimu, aku tidak akan meninggalkanmu'
Air mataku perlahan menghilang, ntah. Ajaib sekali, saat aku bergitu terluka sesaat aku mendengarkan kata-katamu yang seolah-olah sangat meyakiniku. Semua menjadi biasa-biasa saja, seperti orang yang tidak punya masalah.
Inikah kasih sayang?
Saat hari mulai larut, aku masih peduli akan kesehatanmu. Meskipun, beberapa menit yang lalu engkau tlah membuat aku menangis. Sehingga mata ini sangat sulit untuk ditidurkan, kau masih belum yakin? Aku terlalu sering membuat mataku sendiri bengkak dan memerah. Hanya untuk menangisi orang seperti kamu.
"Tidurlah. Sudah malam, engkau masih sakitkan? Selamat malam, aku sayang kamu. Jangan balas pesan singkat ini, jika kamu memang menyayangiku."
5 menit aku menunggu balasan pesan singkat darimu, ternyata engkau tidak membalasnya. Hm, berarti dia masih menyayangiku. Aku kembali terdiam, mengingat beberapa percakapan kita dan membacanya kembali. Apalagi saat engkau mengirim pesan singat seperti ini "Sudahlah maafkan aku. Aku tidak menyayangimu." luka ini sepertinya tidak bisa disembuhkan dan tidak bisa dilupakan, meskipun engkau hanya memberi tahuku lewat pesan, yang hanya bisa aku baca. Apalagi jika engkau mengungkapkannya lewat telfon, suara yang menyakitiku bisa aku dengar langsung. Akupun berpikir, apa yang akan aku lakukan jika memang engkau benar-benar sudah tidak menyayangiku. Padahal, aku disini sangat menyanyangi dan membutuhkanmu.
Jadi initinya, apakah aku harus terus mempertahankan orang yang benar-benar aku sayang. Sedangkan dia tidak benar-benar menyayangiku?
Bukankah ini terlalu menyakitkan? Aku tidak ingin terus terluka. Tapi, melepaskanmu akan sangat membuat aku terluka.

*ini mungkin kisahku, mungkin juga kisah dia, kisah mereka, kisahmu mgkn ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar