Yang menyakitkan. Harus dipertahankan?
Lagi-lagi harus aku teteskan kembali air mata ini sebelum aku bisa tertidur nyenyak. Selalu memikirkan seseorang yang sangat aku sayang. Tetapi, dia tidak menyayangiku.Semuanya memang tidak dia balas. Ntah, harus sampai kapan aku bertahan dengan rasa sakit ini. Yang perlahan, menjadikan aku seperti orang yang sangat bahagia. Saat aku mulai bisa menutupi dan terbiasa dari semua luka ini.
'Aku menyayangimu.
Aku tidak suka perpisahan.' omonganku tersendu-sendu, diiringi derasnya
air mataku. Saat engkau meminta kita, untuk mengakhiri kebersamaan kita.
Suaramu
dari balik telfon seluler, perlahan mulai berbeda. Semakin lembut, dan
semakin membuat aku tidak ingin mengakhiri semuanya.
'Iya maafkan aku, maafkan aku berbicara seperti itu. Aku juga menyayangimu, aku tidak akan meninggalkanmu'
Air
mataku perlahan menghilang, ntah. Ajaib sekali, saat aku bergitu
terluka sesaat aku mendengarkan kata-katamu yang seolah-olah sangat
meyakiniku. Semua menjadi biasa-biasa saja, seperti orang yang tidak
punya masalah.
Inikah kasih sayang?
Saat
hari mulai larut, aku masih peduli akan kesehatanmu. Meskipun, beberapa
menit yang lalu engkau tlah membuat aku menangis. Sehingga mata ini
sangat sulit untuk ditidurkan, kau masih belum yakin? Aku terlalu sering
membuat mataku sendiri bengkak dan memerah. Hanya untuk menangisi orang
seperti kamu.
"Tidurlah. Sudah malam, engkau masih sakitkan?
Selamat malam, aku sayang kamu. Jangan balas pesan singkat ini, jika
kamu memang menyayangiku."
5 menit aku menunggu balasan pesan
singkat darimu, ternyata engkau tidak membalasnya. Hm, berarti dia masih
menyayangiku. Aku kembali terdiam, mengingat beberapa percakapan kita
dan membacanya kembali. Apalagi saat engkau mengirim pesan singat
seperti ini "Sudahlah maafkan aku. Aku tidak menyayangimu." luka ini
sepertinya tidak bisa disembuhkan dan tidak bisa dilupakan, meskipun
engkau hanya memberi tahuku lewat pesan, yang hanya bisa aku baca.
Apalagi jika engkau mengungkapkannya lewat telfon, suara yang
menyakitiku bisa aku dengar langsung. Akupun berpikir, apa yang akan aku
lakukan jika memang engkau benar-benar sudah tidak menyayangiku.
Padahal, aku disini sangat menyanyangi dan membutuhkanmu.
Jadi
initinya, apakah aku harus terus mempertahankan orang yang benar-benar
aku sayang. Sedangkan dia tidak benar-benar menyayangiku?
Bukankah ini terlalu menyakitkan? Aku tidak ingin terus terluka. Tapi, melepaskanmu akan sangat membuat aku terluka.*ini mungkin kisahku, mungkin juga kisah dia, kisah mereka, kisahmu mgkn ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar